Thursday, June 6, 2019

Ramadhan 1440 H ,JANGAN MERASA SUDAH SELESAI

JANGAN MERASA SUDAH SELESAI

Ramadhan 1440 H telah berlalu. Namun jangan merasa semua sudah selesai, karena amal kita sudah diterima dan doa kita sudah dikabulkan.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang celaka, karena tidak mendapatkan pengampunan dari Allah Subhanahu wa ta’ala selama bulan Ramadhan.

Orang celaka disebut dalam doa malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah Saw:

رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah).” (HR. Ahmad [2/254], Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 644, Ibnu Hibban no. 907 dan al-Hakim [4/170]; dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani)

Salah seorang ulama salaf --sebagaimana dinukil oleh Imam Ibnu Rajab dalam Kitab Latha-iful Ma’arif--- berkata:

من لم يغفر له في رمضان فلن يغفر له فيما سواه

“Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya.”

Oleh karena itu, setelah Ramadhan pergi, hendaknya kita memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar Allah menerima semua amal kebaikan kita di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Hendaknya kita bersungguh-sungguh memohon, semoga Allah berkenan mengabulkan segala doa dan permohonan ampun kita kepada-Nya di bulan Ramadhan yang baru saja berlalu.

Imam Mu’alla bin al-Fadhl berkata,

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يُبَلِّغُهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala selama enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya selama enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima (amal-amal salih) yang mereka kerjakan.” Dinukil oleh Imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam Kitab Latha-iful Ma’aarif.

Jadi, belum selesai agenda Ramadhan kita, meski Ramadhan telah pergi. Jangan merasa sudah selesai.

Ust. Cahyadi Takairawan

0 komentar:

Post a Comment